About Me

Foto saya
Aku adalah Kita, bukan kau, bukan dia, bukan juga mereka. Namun ketika aku tidak bisa lagi menjadi Kita, maka Aku adalah Aku.

Rabu, 23 Februari 2011

Email seorang teman……

Apa kabar sahabatku…..???

Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian di antara kita
Sayapun yakin bukan karena apa-apa…
Tapi rutinitas kesibukan yang telah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita….
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk keperaduan adam dan hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan sang maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis ank saudara
Hari itu… Mempelai sangat dimanjakan

Mandipun… Harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka…
Tak ada sehelai benang pun menutupinya….
Tak sedikitpun rasa malu …
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih…

Itulah sosok kita…
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan… .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu… jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama kafan wewangian ditaburkan ke baju kita…
Bagian kepala…,badan. .., dan kaki diikatkan

Tataplah…tataplah. .. itulah wajah kita

Keranda pelaminan… langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian…

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga serta rasa Haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus

Akad nikahnya bacaan talkin…
Berwalikan liang lahat..
Saksi-saksinya nisan-nisan..yang telah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya…. .

Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian…
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..

Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi....

Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…..
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…

Kita tak tau.. dan tak seorangpun yang tahu…

Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan…
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
Seolah barang berharga yang sangat mahal…

Dan Dia Kekasih itu...

Menetapkan ke syurga.. Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga…???
Tapi…tapi…sudah pantaskah sikap kita selama ini…
Untuk disebut sebagai ahli syurga ???????

Sahabat…
mohon maaf…
jika malam itu aku tak menemanimu

Bukan aku tak setia…
Bukan aku berkhianat…

Tapi itulah komitmen azali tantang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah…aku pasti kan mendo’akanmu. ..

Karena …
aku sungguh menyayangimu. ..

Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo’a…
semoga kau jadi ahli syurga.
Amien

Sahabat…. ,
jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan

Peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya... ..
Tapi jika ini adalah salahku…
maafkan aku…

Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ..
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah manyakiti atau mengecewakanmu. ….

Kalau tulisan ini ada mamfaatnya.. ..
Silakan dikau simpan sebagai renungan…
Siapa tahu…
suatu saat kau ingat padaku
Dan…
aku telah di alam lain….
Satu pintaku padamu…

Tolong do’akan aku….



Created by : El_riEza di kutip dari majlah inoEng Aceh tanpa perubahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar