About Me

Foto saya
Aku adalah Kita, bukan kau, bukan dia, bukan juga mereka. Namun ketika aku tidak bisa lagi menjadi Kita, maka Aku adalah Aku.

Kamis, 31 Mei 2012

Peduli Singkil, Lancarkan Aksi di Badan Pertanahan Nasional

“Kami minta BPN segera membuat tapal batas yang permanen antara tanah warga dan PT.Nafasindo”

Banda Aceh-  Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Rakyat Singkil melakukan aksi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Lamnyong, kamis (31/5/2012) pukul 10.15 wib.

Kedatangan mahasiswa ini awalnya tidak ada yang menyambut, mereka hanya berorasi dan berteriak-teriak meminta kepala BPN Aceh untuk keluar dari kantornya.

 “kami minta kepada kepala kantor BPN segera keluar untuk menjumpai kami” teriak salah satu peserta aksi,
Dua puluh  menit kemudian Situasi sempat memanas karena setelah menuggu, ternyata tidak ada satu orangpun dari pihak BPN yang menjumpai mereka, secara spontan para mahasiswa terlihat menggoyangkan pintu pagar besi hingga bengkok, polisi yang melihat keadaan tersebut kemudian mencoba untuk negosiasi dengan koordinator aksi, keadaanpun dapat dikontrol kembali. Berselang beberapa menit kemudian baru keluar Saiful Azhari,SH MHum yang menjabat sebagai kepala bidang pengkajian sengketa dan konflik pertanahan menjumpai para mahasiswa.
Dalam orasinya di depan Saiful Azhari, para peserta aksi  meminta Badan Pertanahan Nasional untuk segera menyelesaikan konflik antara PT.Ubertraco/Nafasindo dengan masyarakat Aceh Singkil.
“Kami minta BPN segera membuat tapal batas yang permanen antara tanah warga dan PT.Nafasindo” teriak Jirin koordinator aksi. Selain melakukan orasi para mahasiswa juga membentangkan sebuah spanduk warna putih dengan tulisan “Tapal Batas Permanen Harga Mati” debentangkan oleh peserta aksi.
Menghadapi tuntutan mahasiswa Saiful Azhari mengatakan “BPN sudah merencanakan untuk menetapkan tapal batas  tanggal 22 Mei 2012, tapi belum mendapatkan jawaban pengamanan oleh pihak Polda”
“ Tidak mungkin kami turun ke lapangan kalau belum mendapat jawaban pengamanan yang pasti dari pihak polda” tambah Saiful.
Menangggapi apa yang di sampaikan oleh Saiful, salah seorang peserta aksi menanyakan “kapan juga jadwal baru penetapan tapal batas ini di laksanakan?”
Saiful langsung menjawab “kami akan melakukan perencanaan,koordinasi ulang dengan pihak Polda”.
Setelah itu para pengunjuk rasa membubarkan diri dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh menuju ke Polda Aceh,untuk menuntut hal yang sama.
Dalam wawancara terpisah setelah aksi , ketika di tanyai wartawan kapan pastinya tim dari BPN Aceh turun ke lapangan, Saiful Azhari menjawab, “kami belum bisa memberikan jawaban pasti”.

Di polda sendiri para peserta aksi langsung di hadang oleh anggota polisi depan pagar dan di minta perwakilan dari mahasiwa untuk beraudiensi dengan pihak Polda.
Berselang 30 menit kemudian perwakilan yang beraudiensi dengan pihak polda keluar dan mengumumkan hasil audiensinya “bahwa pihak polda akan melakukan pengamanan terhadap Tim yang akan turun ke Lapangan ketika tahapan pilkada semuanya selesai, sampai setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih”. (Syahrizal)



Adapun organisasi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Rakyat Singkil :
  1.       BEM HUKUM UNSYIAH
    2.      BEM HUKUM UNAYA
    3.      BEM FISIP UNSYIAH
    4.      BEM FE UNSYIAH
    5.      BEM STIK PANTE KULU
    6.      PEMA UNMUHA
    7.      BEH FH UNMUHA
    8.      PEMA UNAYA
    9.      GEMA-PRODEM
    10.  GM-PEKA
    11.  KPS FH USK
    12.  FoRKAH
    13.  SMUR
    14.  HIPMASIL
    15.  HIMAPAS
    16.  AMPESS
    17.  HPP-SHaF
    18.  LBH Banda Aceh
    19.  KontraS Aceh
    20.  Koalisi NGO HAM
    21.  JKMA
    22.  YRBHI
    23.  WALHI Aceh
    24.  TUNAS MUDA ALAM ACEH
    25.  LSM GEMPA
    26.  JARINGAN KuALA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar