“Kami minta BPN segera membuat tapal batas
yang permanen antara tanah warga dan PT.Nafasindo”
Banda Aceh- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Rakyat Singkil melakukan aksi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Lamnyong, kamis (31/5/2012) pukul 10.15 wib.
Kedatangan
mahasiswa ini awalnya tidak ada yang menyambut, mereka hanya berorasi dan berteriak-teriak
meminta kepala BPN Aceh untuk keluar dari kantornya.
“kami minta kepada kepala kantor BPN segera
keluar untuk menjumpai kami” teriak salah satu peserta aksi,
Dua puluh
menit kemudian Situasi sempat memanas
karena setelah menuggu, ternyata tidak ada satu orangpun dari pihak BPN yang
menjumpai mereka, secara spontan para mahasiswa terlihat menggoyangkan pintu
pagar besi hingga bengkok, polisi yang melihat keadaan tersebut kemudian
mencoba untuk negosiasi dengan koordinator aksi, keadaanpun dapat dikontrol
kembali. Berselang beberapa menit kemudian baru keluar Saiful Azhari,SH MHum
yang menjabat sebagai kepala bidang pengkajian sengketa dan konflik pertanahan menjumpai
para mahasiswa.
Dalam
orasinya di depan Saiful Azhari, para peserta aksi meminta Badan Pertanahan Nasional untuk segera
menyelesaikan konflik antara PT.Ubertraco/Nafasindo dengan masyarakat Aceh
Singkil.
“Kami
minta BPN segera membuat tapal batas yang permanen antara tanah warga dan
PT.Nafasindo” teriak Jirin koordinator aksi. Selain melakukan orasi para
mahasiswa juga membentangkan sebuah spanduk warna putih dengan tulisan “Tapal
Batas Permanen Harga Mati” debentangkan oleh peserta aksi.
Menghadapi
tuntutan mahasiswa Saiful Azhari mengatakan “BPN sudah merencanakan untuk
menetapkan tapal batas tanggal 22 Mei
2012, tapi belum mendapatkan jawaban pengamanan oleh pihak Polda”
“ Tidak
mungkin kami turun ke lapangan kalau belum mendapat jawaban pengamanan yang
pasti dari pihak polda” tambah Saiful.
Menangggapi
apa yang di sampaikan oleh Saiful, salah seorang peserta aksi menanyakan “kapan
juga jadwal baru penetapan tapal batas ini di laksanakan?”
Saiful
langsung menjawab “kami akan melakukan perencanaan,koordinasi ulang dengan
pihak Polda”.
Setelah
itu para pengunjuk rasa membubarkan diri dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Aceh menuju ke Polda Aceh,untuk menuntut hal yang sama.
Dalam
wawancara terpisah setelah aksi , ketika di tanyai wartawan kapan pastinya tim
dari BPN Aceh turun ke lapangan, Saiful Azhari menjawab, “kami belum bisa
memberikan jawaban pasti”.
Di polda
sendiri para peserta aksi langsung di hadang oleh anggota polisi depan pagar
dan di minta perwakilan dari mahasiwa untuk beraudiensi dengan pihak Polda.
Berselang
30 menit kemudian perwakilan yang beraudiensi dengan pihak polda keluar dan
mengumumkan hasil audiensinya “bahwa pihak polda akan melakukan pengamanan
terhadap Tim yang akan turun ke Lapangan ketika tahapan pilkada semuanya
selesai, sampai setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih”. (Syahrizal)
Adapun
organisasi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Rakyat Singkil :
- BEM HUKUM UNSYIAH2. BEM HUKUM UNAYA3. BEM FISIP UNSYIAH4. BEM FE UNSYIAH5. BEM STIK PANTE KULU6. PEMA UNMUHA7. BEH FH UNMUHA8. PEMA UNAYA9. GEMA-PRODEM10. GM-PEKA11. KPS FH USK12. FoRKAH13. SMUR14. HIPMASIL15. HIMAPAS16. AMPESS17. HPP-SHaF18. LBH Banda Aceh19. KontraS Aceh20. Koalisi NGO HAM21. JKMA22. YRBHI23. WALHI Aceh24. TUNAS MUDA ALAM ACEH25. LSM GEMPA26. JARINGAN KuALA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar