About Me

Foto saya
Aku adalah Kita, bukan kau, bukan dia, bukan juga mereka. Namun ketika aku tidak bisa lagi menjadi Kita, maka Aku adalah Aku.

Sabtu, 23 Juni 2012

Kita Masih Melihat Bulan yang Sama

Ketika mulut tak lagi bisa menyampaikan pesan
Lidah seakan kelu tuk bersapa
Kata-kata merupakan dusta
Tinggal tulisan sebagai harapan penyampai pesan
Untukmu yang melacurkan diri dalam dunia nestapa
Dunia ku dan dunia mu tak jauh beda
Bahkan malam ini kita masih melihat bulan yang sama
Bahkan malam ini kita masih memiliki perasaan yang merana
Kenapa kita tak bisa menghadapi bersama?
Untuk melihat hari-hari yang berwarna.
Kenapa kita mesti tak harus bersama?
Atau memang kita diciptakan untuk tak akan pernah bersama?
Warna itu pun akan hilang
Untuk memakai warna baru aku tak ada tujuan,
Biar aku melihat warna dulu yang mulai pudar
Tetap itu adalah warna yang selalu membekas.

Jumat, 22 Juni 2012

Siapa yang Salah?

Apakah aku yang lari dari kehidupan?
atau aku hanya bersikap biasa?
mungkin aku yang berlebihan?
atau memang seperti inilah aku?
haruskah aku menjadi orang lain untuk hidupku?
atau aku cukup seperti ini?
sekarang , besok sampai kita benar-benar tak di pertemukan lagi.
dear your friend.

Hanya karena Malam

Bukan karena malam aku harus menyerah untuk tidak melihat matahari lagi
Bukan karena malam aku tak pantas di sinari
Bukan juga karena malam aku harus bertahan disini
Bukan karena malam aku harus menyerah dalam sepi,
Hanya karena malam aku rela menjual diri.
karena memikirkan orang-orang yang aku kasihi.
Ia, aku memang seorang pelacur yang tidak butuh untuk kau kasihi.

Mimpi tadi Pagi

Mimpi itu mendatangiku tadi pagi,
antara percaya dan tidak percaya aku mulai membuka mata,
betapa sakit yang ku alami ternyata kau tak disini lagi,
bukan hanya sebatas itu,
bahkan kau mencoba untuk menghukumku dengan belati
kau iris hati sampai mati.
untuk apa aku berkata-kata kalau kata sudah tak terdengar lagi.
bukahkah di mata air tak ada air mata?
itu yang ku alami.

Yang Harus Kau Tau

Mengapa malam harus sunyi ketika matahari tak lagi terlihat?
kenapa matahari harus mengingkari ketika malam butuh yang sinari?
kau boleh percaya matahari besok tak pernah terbit lagi,
begitu juga dengan bintang yang tak lagi bersinar,
tapi jangan pernah percaya kalau aku tidak lagi mencintaimu.
Benar perasaan ini terpendam kembali.

Rabu, 13 Juni 2012

Malam


malam itu bukan kutukan kawan.
malam juga bukan penderitaan.
pernahkah kau lihat bintang yang bertaburan?
cahaya bulan yang terkadang malu-malu menyapamu?
malam itu keindahan kawan.
sekaligus kenikmatan yang tak tergantikan.
tetaplah malam sebuah hukum alam.
yang tak perlu ada sebuah kutukan.

Masihkah Kau Tau?

Lama aku berpikir tentang kau
yang menari-nari di dalam otak sadarku
Taukah kau?
aku masih setia seperti dulu
Ketika kita bermain di tengah keributan
Ketika mencoba mempertahankan apa yang kita bicarakan
Masihkah kau tau?
Sejak Angin malam membawa kabar tak sedap
Kau tikam aku dengan belati yang tajam
Tapi aku masih tetap berdiri dalam barisan
Walau tanpa sebuah pengakuan
Bahkan suatu saat para pecundang pun akan ternilai dari kata-katanya yang tak tersampaikan
Diampun akan lebih tajam dari teriakan-teriakan kebenaran.
Saat itulah dunia akan terbalik ketika mereka yang diam mulai berbicara kembali.

Perjuangan

Hanya ada satu perjuangan yaitu kebenaran.
Apakah mampu untuk mempertahankan idealisme terhadap kebenaran?
yang tak pernak runtuh oleh diplomasi-diplomasi untuk mempertahankan kedudukan?
lama aku berpikir tentang apa yang itu perjuangan?
kemudian aku menyadari bahwa kebenaran adalah sebuah identitas.
bagi mereka yang tidak bisa melihat sebuah penindasan, tidak bisa melihat sebuah kedidak adilan, bagi yang tidak bisa melihat suatu kesenjangan. mereka akan selalu meneriakkan suatu kebenaran.
untuk meneriakkan kebenaran memang harus membutuhkan sebuah kebaranian atau diam sama sekali.
hanya ada dua pilihan,
1. Teriak atas nama keberan
2. Diam sebagai bentuk perlawanan untuk tidak di katakan sebagai seorang pecundang
aku lebih memilih yang no dua, diam sebagai seorang pecundang.

Kamis, 31 Mei 2012

Bakar Bendera Malaysia di BPN Aceh


Banda Aceh- Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Rakyat Singkil melakukan aksi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Lamnyong, kamis (31/5/2012) pukul 10.15 wib.
Selain berorasi menyampaikan tuntutannya, para pengunjuk rasa juga membakar bendera Malaysia yang mereka anggap sebagai pemicu konflik di singkil antara masyarakat dengan PT.Ubertraco/Nafasindo anak perusahaan asal Malaysia.
“Bakar bendera Malaysia yang telah mencuri tanah rakyat” teriak para pengunjuk rasa. (Syahrizal)

Peduli Singkil, Lancarkan Aksi di Badan Pertanahan Nasional

“Kami minta BPN segera membuat tapal batas yang permanen antara tanah warga dan PT.Nafasindo”

Banda Aceh-  Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Peduli Rakyat Singkil melakukan aksi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Lamnyong, kamis (31/5/2012) pukul 10.15 wib.

Kedatangan mahasiswa ini awalnya tidak ada yang menyambut, mereka hanya berorasi dan berteriak-teriak meminta kepala BPN Aceh untuk keluar dari kantornya.

 “kami minta kepada kepala kantor BPN segera keluar untuk menjumpai kami” teriak salah satu peserta aksi,
Dua puluh  menit kemudian Situasi sempat memanas karena setelah menuggu, ternyata tidak ada satu orangpun dari pihak BPN yang menjumpai mereka, secara spontan para mahasiswa terlihat menggoyangkan pintu pagar besi hingga bengkok, polisi yang melihat keadaan tersebut kemudian mencoba untuk negosiasi dengan koordinator aksi, keadaanpun dapat dikontrol kembali. Berselang beberapa menit kemudian baru keluar Saiful Azhari,SH MHum yang menjabat sebagai kepala bidang pengkajian sengketa dan konflik pertanahan menjumpai para mahasiswa.
Dalam orasinya di depan Saiful Azhari, para peserta aksi  meminta Badan Pertanahan Nasional untuk segera menyelesaikan konflik antara PT.Ubertraco/Nafasindo dengan masyarakat Aceh Singkil.
“Kami minta BPN segera membuat tapal batas yang permanen antara tanah warga dan PT.Nafasindo” teriak Jirin koordinator aksi. Selain melakukan orasi para mahasiswa juga membentangkan sebuah spanduk warna putih dengan tulisan “Tapal Batas Permanen Harga Mati” debentangkan oleh peserta aksi.
Menghadapi tuntutan mahasiswa Saiful Azhari mengatakan “BPN sudah merencanakan untuk menetapkan tapal batas  tanggal 22 Mei 2012, tapi belum mendapatkan jawaban pengamanan oleh pihak Polda”
“ Tidak mungkin kami turun ke lapangan kalau belum mendapat jawaban pengamanan yang pasti dari pihak polda” tambah Saiful.
Menangggapi apa yang di sampaikan oleh Saiful, salah seorang peserta aksi menanyakan “kapan juga jadwal baru penetapan tapal batas ini di laksanakan?”
Saiful langsung menjawab “kami akan melakukan perencanaan,koordinasi ulang dengan pihak Polda”.
Setelah itu para pengunjuk rasa membubarkan diri dari kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh menuju ke Polda Aceh,untuk menuntut hal yang sama.
Dalam wawancara terpisah setelah aksi , ketika di tanyai wartawan kapan pastinya tim dari BPN Aceh turun ke lapangan, Saiful Azhari menjawab, “kami belum bisa memberikan jawaban pasti”.

Di polda sendiri para peserta aksi langsung di hadang oleh anggota polisi depan pagar dan di minta perwakilan dari mahasiwa untuk beraudiensi dengan pihak Polda.
Berselang 30 menit kemudian perwakilan yang beraudiensi dengan pihak polda keluar dan mengumumkan hasil audiensinya “bahwa pihak polda akan melakukan pengamanan terhadap Tim yang akan turun ke Lapangan ketika tahapan pilkada semuanya selesai, sampai setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih”. (Syahrizal)



Adapun organisasi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Rakyat Singkil :
  1.       BEM HUKUM UNSYIAH
    2.      BEM HUKUM UNAYA
    3.      BEM FISIP UNSYIAH
    4.      BEM FE UNSYIAH
    5.      BEM STIK PANTE KULU
    6.      PEMA UNMUHA
    7.      BEH FH UNMUHA
    8.      PEMA UNAYA
    9.      GEMA-PRODEM
    10.  GM-PEKA
    11.  KPS FH USK
    12.  FoRKAH
    13.  SMUR
    14.  HIPMASIL
    15.  HIMAPAS
    16.  AMPESS
    17.  HPP-SHaF
    18.  LBH Banda Aceh
    19.  KontraS Aceh
    20.  Koalisi NGO HAM
    21.  JKMA
    22.  YRBHI
    23.  WALHI Aceh
    24.  TUNAS MUDA ALAM ACEH
    25.  LSM GEMPA
    26.  JARINGAN KuALA

Rabu, 30 Mei 2012

Dayah Jeumala Amal Wisudakan Alumni

Oleh : Syahrizal

Lueng Putu-
Dayah Jeumala Amal senin (28/5/2012) mewisudakan 148 alumni angkatan ke-20 di konplek pesantren Jeumala Amal lueng putu, kabupaten Pidie Jaya.
Direktur Dayah Jeumala Amal Tgk.Daud Hasbi,MAg dalam kata sambutannya mengatakan "bahwa keberhasilan dayah jemala amal merupakan keberhasilan bersama berkat kerja keras, usaha dan doa serta dukungan dari kita semua".
Tgk. Daud juga mengatakan "bahwa sejak berdirinya dayah jeumala amal dari pertama sampai sekarang sudah ada 1.686 alumni tingkat aliyah dan 1.950 alumni tingkat Tsanawiyah yang sekarang sudah tersebar di berbagai negara".
Acara ini turut di hadiri beberapa tokoh seperti Kepala Kantor Kementrian Agama Wilayah Aceh, Drs.H.Ibnu Sa'dan, Bupati Pidie Jaya, M. Gade Salam, Wakil Bupati Pidie Jaya,  M.Yusuf serta tokoh masyarakat setempat, wali santri serta Alumninya dari berbagai angkatan.